trustnews.id

Transformasi Digital JNE
Mohamad Feriadi, Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

Transformasi Digital JNE

BISNIS Rabu, 20 November 2019 - 15:18 WIB TN

JNE sampai harus mengubah model bisnis, penggunaan teknologi hingga menghimpun UKM. Agar tetap kompetitif. 

Berlomba dengan waktu. Semakin cepat barang yang dibeli sampai ke tangan konsumen, semakin loyal konsumen terhadap brand tersebut. Terkadang satu hari pengiriman menjadi batas waktu, bila tokonya masih satu wilayah atau daerah. Lewat dari itu, dianggap lama dan bersiap pihak pembeli akan melayangkan komplain.
Mohamad Feriadi, Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), tak bisa membayangkan bagaimana perkembangan teknologi yang begitu cepat. JNE yang lahir di tahun 90-an dipaksa untuk bergegas mengikuti atau hilang dalam arus perubahan zaman.
Gegas yang dimaksudnya, JNE berhadapan dalam kondisi dimana para pemain-pemain di industri logistik hadir dengan teknologi terbarunya. “Teknologi yang begitu dahsyat,” ujarnya menggambarkan kepada TrustNews. 
Ragam pertanyaan pun mengalir, JNE harus mengubah model bisnisnya untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar, namun tetap efisien. Ini dilakukan agar JNE tetap kompetitif di pasar. 
“Kita berhadapan dengan para pesaing yang sudah menggunakan teknologi yang sangat luar biasa,” ujar Feriadi yang tercatat sebagai generasi kedua, setelah sang ayah/pendiri JNE wafat pada tahun 2015.
Hal itu diwujudkan dengan membuat aplikasi di smartphone berbasis Android. Selain itu, menggunakan Autonomous Data Warehouse Cloud, teknologi terbaru dari Oracle yang mencakup Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) sebagai tambahan dari Oracle Management Cloud yang telah digunakan oleh JNE.
Penggunaan Autonomous Data Warehouse Cloud, menurut Feriadi, untuk mempercepat pengumpulan data secara langsung oleh karyawan. Sehingga dapat memangkas waktu proses dibagian IT dan meningkatkan produktivitas dan kecepatan tenaga kerja.  
Sebagaimana diketahui, dalam satu hari ada 9 juta transaksi pengiriman, untuk memilah berbagai jenis pengiriman yang tersebar di ribuan loket penerimaan di seluruh Indonesia, sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 9 jam. 
“Teknologi itu memberikan kemudahan bila sebelumnya membutuhkan waktu 9 jam dengan teknologi Oracle Autonomous Data, cukup 2 jam sehingga proses pengiriman juga menjadi lebih cepat,” paparnya.
Kecepatan menjadi penting untuk memutar roda JNE yang terbilang raksasa. JNE ada di 59 cabang di seluruh Indonesia, 7.000 lokasi layanan (loket/kios) dan 50.000 karyawan. 
“Teknologi itu tantangan. SDM juga tantangan. Dalam proses perubahan kerap dijumpai ada teman-teman karena sudah merasa nyaman sehingga berat untuk melakukan perubahan. Kalau perusahaannya lari kencang, tapi SDM tidak mengikuti tentu akan ketinggalan. Termasuk juga hardware-nya harus disesuaikan,” tegasnya menggambarkan transformasi digital yang dilakukan JNE.  
Tak hanya urusan internal, Feriadi pun membawa JNE melangkah lebih jauh, yakni merangkul  Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk membuat lompatan dalam segi pemasaran dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. 
Sebab bukan lagi hal aneh, penjual berada di Aceh sementara pembelinya di Papua. Apalagi dengan masifnya pembangunan infrastruktur, hingga terjadi konektivitas satu daerah dengan daerah lainnya. Ditambah dengan keberadaan para pengguna smartphone memberikan kemudahan untuk membeli barang yang diinginkan. 
"Semua itu memberikan dampak yang sangat besar bagi e-commerce, transaksi tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, tapi terjadi sampai ke pelosok-pelosok. Ini kan bisa ditangkap oleh para pelaku UKM dalam mengembangkan pemasarannya secara online,” tegasnya.
Hal itu, baginya menjadi tantangan besar, tidak saja dalam hal penguasaan teknologi. Tapi juga, bantuan dalam hal akses ke pendanaan.
“Kita berikan pelatihan agar para pelaku UKM melek teknologi, sedangkan bagi mereka yang sudah bergabung ke kita yakni JNE Loyalty Card, kita berikan akses ke pendanaan tadi. Sehingga mereka bisa mendapatkan pinjaman untuk bisa membesarkan bisnisnya,” pungkasnya.(TN)