trustnews.id

Transformasi BLS: Logistik, Trading Hingga Logistik Pangan

TRUSTNEWS.ID,. - PT Berdikari Logistik Suplai (BLS), anak perusahaan PT Berdikari (Persero)/member of ID Food ID mengakselerasi transformasi bisnis dan budaya menuju perusahaan trading dan logistik melalui inovasi layanan logistik terpadu yang berkualitas dan terintegrasi dengan

sistem teknologi informasi terkini.

Yuzon Erman, Direktur Utama PT. Berdikari Logistik Indonesia, menyatakan sebagai perusahaan yang awalnya terfokus pada kegiatan logistik tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan yang terjadi pada ekosistem dunia bisnis. Yakni bermunculannya perusahaan logistik sekaligus perusahaan trading.

"Core business BLS itu logistik dan trading. Awal berdiri, BLS diposisikan sebagai perusahaan logistik. Seiring berkembangnya industri logistik muncul fenomena baru 10 tahun belakangan ini dimana perusahaan logistik juga memiliki perusahaan trading," ujar Yuzon Erman menjawab TrustNews.

"Dalam melakukan aktivitas baik trading maupun logistiknya ditangani oleh perusahaan/grup yang sama. Atas dasar itu, maka Berdikari Logistik bertransformasi menjadi Berdikari Logistik Suplai yang didalamnya ada kegiatan trading dan ada kegiatan logistik," paparnya.

Yuzon melanjutkan, dalam dunia logistik ada begitu banyak faktor yang harus diperhatikan. Mulai dari ketersediaan barang, rencana pengiriman barang termasuk desain sistem distribusi, moda transportasi dan pergudangan.

"Hal ini dimulai dari pelabuhan asal, transit dan tujuan. Termasuk distribusi sampai ke tempat tujuan akhir/sentra konsumsi. Dalam aktivitas tersebut, akan melibatkan banyak pelaku kegiatan logistik, termasuk pemerintah sebagai

regulator," paparnya.

"Akan berbeda kondisinya bila perusahaan trading logistik, dimana perusahaan dapat memilih dan memilah kondisi tertentu untuk melakukan aktivitas logistik dengan tetap memprioritaskan kepentingan pengguna jasa dengan meminimalisir potensi resiko yang akan muncul," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, transformasi BLS juga sejalan dengan arahan pemegang saham akan adanya ekosistem pangan untuk mencapai kedaulatan pangan Indonesia, dengan memastikan rantai pasok produksi dari hulu ke hilir berjalan secara sistematis dan stabil dalam memenuhi ketersediaan dalam negeri.

"Saat ini konsen pemerintah adalah terkait ketersediaan pangan. BLS yang induknya PT Berdikari berada dalam cluster pangan (ID Food) ikut menguatkan ekosistem pangan nasional serta merespon hal-hal yang terkait dengan pangan," ujarnya.

"Peran serta PT Berdikari dalam beberapa hal dilakukan oleh BLS dalam mensupport logistik pangan yang dilakukan oleh induk, untuk pangan seperti daging dan gandum pakan ternak. Dari sini terlihat bahwa BLS terlibat aktif tidak saja pada logistiknya, tapi juga dalam beberapa hal terlibat di tradingnya," tambahnya.

Diakuinya, logistik pangan punya penanganan yang berbeda dari logistik pada umumnya. Dalam posisi ini, BLS lebih mengarah pada provider logistik pangan. Dimana peranannya, pertama BLS melakukan review apakah standar operasi BLS sesuai dengan kebutuhan industri pangan. BLS merencanakan digitalisasi proses bisnis dengan berkolaborasi dengan unit bisnis/ perusahaan logistik lain yang ada di klaster pangan.

Lalu, kata Yuzon, BLS juga mengupgrade pengetahuan sumber daya manusia, baik di bisnis dan operasional. Sehingga tidak terjadi perbedaan dalam penanganan logistik, khususnya pangan.

"Pada waktunya dengan SOP yang terdigitalisasi dan terkoneksi dengan ekosistem logistik lainnya, maka diharapkan distribusi pangan dalam jumlah tepat dan mutu yang baik, dapat menjangkau semua penduduk dimanapun dengan harga terjangkau, karena proses bisnis logistik bisa berjalan dengan efisien dan memberi nilai tambah," pungkasnya.