trustnews.id

AirNav Indonesia Mata Langit  Keselamatan  Penerbangan
Dok, Istimewa

November 2022 menjadi tahun yang paling sibuk dalam sejarah dunia penerbangan di Indonesia. Paska melandainya pandemi Covid-19, Indonesia menjadi tuan rumah 2 ajang besar internasional, yaitu Balap Motor Dunia WSBK Mandalika dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang hanya berselang dua hari.

Selama tiga hari perhelatan balapan motor dunia jumlah penerbangan dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok Tengah sebanyak 169 kali. Dengan jumlah penumpang mencapai 18.139 orang.

Adapun Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 42 ribu penumpang per hari selama gelaran KTT G20 pada 15- 16 November dengan 223 penerbangan (undangan VVIP dan ditambah dengan penerbangan reguler).

Dua perhelatan besar tadi, kian menggenapi jumlah penerbangan di Indonesia yang mengalami kenaikan cukup signifikan sejak dilanda pandemi. Tercatat Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/AirNav) melayani 1,3 juta lebih penerbangan, dimana penerbangan Domestik mengalami kenaikan sebesar 14% bila dibandingkan 2021 dan 8% bila dibandingkan 2020.

Sedangkan untuk penerbangan Internasional mengalami kenaikan sebesar 103% bila dibandingkan 2021 dan 18% bila dibandingkan 2020. Hal yang sama terjadi pula untuk penerbangan lintas-negara (over flying) yaitu meningkat sebesar 70% bila dibandingkan 2021 dan 47% bila dibandingkan 2020.

Begitu juga dengan tingkat keselamatan penerbangan dapat dijaga dengan baik sepanjang tahun 2022. AirNav mencatat total 5.535 kejadian keselamatan dari 1,3 juta lebih penerbangan yang dilayani.

Adapun kejadian keselematan anatara lain, insiden sebanyak 107, insiden serius 39, dan kecelakaan sebanyak 6. Kejadian keselamatan yang paling banyak terjadi adalah kasus Go-around sebanyak 2.460 kali, yaitu dimana pesawat yang hendak landing mendadak harus terbang lagi, disebabkan banyak faktor antara lain angin kencang, cuaca buruk, hingga ada hewan yang melintas di landasan.

Hermana Soegijantoro, Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, mengatakan, AirNav terus berupaya meminimalisir kecelakaan dengan berbagai cara, mulai dari menyediakan peralatan navigasi penerbangan yang menyesuaikan perkembangan teknologi, meningkatkan kompetensi SDM dengan prosedur terkini hingga menggunakan satelit untuk meningkatkan safety dan lisensi.

"Kita kumpulkan informasi berbasis satelit. Kemudian kita update ke seluruh stakeholder penerbangan, sehingga bisa digunakan untuk perencanaan penerbangan ataupun saat terbang," ujar Hermana kepada TrustNews.

"Kami menyampaikan laporan pilot pada BMKG apabila terdapat anomaly yang membahayakan penerbangan. Semua pertukaran informasi dan koordinasi dengan BMKG berlangsung dengan baik, cepat dan lancar. Ini yang membantu keselamatan penerbangan itu sendiri," tambahnya.

AirNav juga mengoptimalkan berbagai sistem aplikasi dan inovasi yang dimiliki, yakni CHRONOS, yaitu aplikasi pengaturan slot time penerbangan, menjalankan Ground Delay Program (GDP) guna mengurangi holding pesawat di udara dan efisiensi bahan bakar pesawat. Aplikasi Nav-Earth yang bekerjasama dengan BMKG guna mengetahui kondisi cuaca terupdate, penggunaan aplikasi E-FFORT terkait sistem pengaduan keadaan kondisi keselamatan penerbangan dan publikasi Aeronautical Information Publication (AIP), serta Notice to Airmen (NOTAM) ke para pengguna jasa navigasi penerbangan.

"Hingga 2023 kami sudah membangun 10 tower baru, Pontianak, Jakarta, Denpasar, Balikpapan, Semarang, Lampung, Banjarmasin, Tanjung Pinang dan Pangkal Pinang. Khusus Papua dengan medan sulit kami buat visual path role (VPR). Ini seperti gambaran koridor agar para pesawat lebih mudah untuk menerbangkan pesawat di lintasan Papua," ujarnya.

Tak hanya itu, menurutnya, AirNav juga menggunakan sistem Flight Plan yakni rencana penerbangan dan persetujuan penerbangan sudah menggunakan aplikasi sehingga tidak manual.

Ada juga Nav-Earth yakni peta penerbangan digital yang real time dan menampilkan informasi penerbangan. Ada AirNav Gate aplikasi yang bisa memberikan pelayanan dan informasi service secara digital dengan one stop service, jam penerbangan dan sebagainya.

"Ini semua kita kembangkan agar terintegrasi, jadi efisien, transparan dan praktis. kami kembangkan aplikasi ini untuk peningkatan pelayanan dan keselamatan penerbangan," pungkasnya.