trustnews.id

BPR BKK Jawa Tengah Cabang Batang Mencapai Target Maksimal
Amin, Kepala Cabang Batang, BPR BKK Jawa Tengah

Peran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama sejak krisis moneter tahun 1998 hingga pasca Pandemi Covid 19, dapat dipandang sebagai katup penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional. Baik dalam menunjang pemulihan ekonomi nasional, mendorong laju pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja.

Pasca menurunnya angka penyebaran Covid 19, tepat sekitar akhir tahun 2021, hampir semua bank gencar menggarap sektor UMKM melalui kredit. Diakui bersama bahwa sektor inilah yang paling tahan terhadap badai krisis ekono[1]mi yang memporakporandakan perekonomian nasional dengan menelan “korban” berbagai kalangan baik sektor industri, perdagangan dan jasa.

Melihat kekuatannya, terutama dalam meningkatkan pemulihan dan roda perekonomian, khususnya di daerah, BPR BKK Jawa Tengah Cabang Batang, juga meletakkan konsen kekuatan terbesarnya, sekitar 70% dalam penyaluran kredit bagi pelaku UMKM, sisanya tersebar pada sektor pertanian, pegawai dan sebagainya.

“Ada sekitar Rp 31,5 miliar dana kredit yang sudah kami salurkan. Dan ini pun melebihi dari target yang kami tetapkan sekitar Rp 30 miliar,” ujar Amin, Kepala Cabang Batang, BPR BKK Jawa Tengah kepada Trustnews.

Yang membanggakan, lanjut Amin, target ini bisa tercapai meskipun sumber daya manusia (SDM) BPR BKK Jateng Cabang Batang hanya diawaki 35 orang personil. Meskipun demikian, melalui kompetensi dan profesionalisme yang dimilikinya, tenaga SDM ini mampu mencapai target, bahkan melebihi dari yang ditetapkan. Oleh karena itu ke depan, Amin akan memperluas jangkauan nasabahnya yang belum terangkul, baik di wilayah kecamatan maupun di beberapa daerah lainnya.

Namun demikian pihaknya juga terus mengimbangi dengan meningkatkan kompetensi para SDM-nya yang dari usia rata-rata di atas 40 tahun tersebut. Semangatnya masih sangat luar biasa besarnya. Untuk itu perusahaan berketetapan meningkatkan kompetensi mereka melalui pelatihan dan sharing.

“Langkah ini sangat penting mengingat indikator keberhasilan kami berada pada tingkat pertumbuhan nasabah, aset dan dana naik. Mudah-mudahan kami kami menjadi bank terkemuka. Pelayanannya semakin lengkap dan mampu berproses dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” tegas Amin.

Selain itu, melihat potensi dan prospek pembangunan di Kabupaten Batang dengan adanya Kawasan Industri Batang melahirkan sebuah tantangan dan harapan bagi pelaku jasa keuangan untuk terus mempersiapkan diri menyambut perekonomian Batang yang lebih maju.

"Bersama Pemda dan BUMD yang lain kami berharap terwujudnya Batang Go Global," pungkasnya. (TN)