trustnews.id

Tok ! Kanwil Kementerian Agama Palu Dihukum Bayar Ganti Rugi 15 M, Andreas Wibisono: Putusan Hakim Progresif Dan Berkeadilan
Andreas Wibisono Rammina Sitanggang, tim kuasa Tirta Dhea Addonnics Pratama

Trustnewa. id- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Palu Sulawesi Tengah kalah dalam gugatan yang dilayangkan oleh perusahaan jasa konstruksi (Kontraktor) PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama selaku Penggugat atas sengketa kontrak konstruksi pembangunan Asrama Haji Palu. 

 

Gugatan dilayangkan karena sisa progress pekerjaan sebesar 35,12% yang telah selesai dikerjakan oleh Kontraktor belum dibayar oleh Kanwil Kementerian Agama Palu selaku Tergugat. Oleh karena itu Pengadilan Negeri Palu menyatakan Tergugat telah ingkar/cidera janji (wanprestasi) dan menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian materil sebesar 15 milyar secara tunai, sekaligus dan lunas kepada Penggugat.

 

“Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan ingkar/cidera janji (wanprestasi) yang menimbulkan kerugian bagi Penggugat, dan menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian materil yakni sebesar Rp.15.330.231.200,- (Lima belas miliar tiga ratus tiga puluh juta rupiah dua ratus tiga puluh satu ribu dua ratus rupiah) secara tunai, sekaligus dan lunas,” demikian bunyi Putusan Pengadilan Negeri Palu sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palu Register Nomor 52/Pdt.G/2022/PN.Pal.

 

Sebagai informasi sengketa bermula pada tahun 2018 Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan hingga mencapai progress sebesar 95,12% namun baru dibayar 60% sehingga masih tersisa 35,12% lagi yang belum dibayarkan oleh Tergugat. Setiap kali ditagih Tergugat selalu berkelit dan tidak pernah menjawab secara tegas mengenai kelanjutan pembayaran terhadap sisa progress pekerjaan yang belum dibayarkan tersebut. 

 

Ditemui di kantornya di bilangan Villa Nusa Indah Kabupaten Bogor Ketua Tim Kuasa Hukum PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama Andreas Wibisono, S.H., mengapresiasi Putusan Hakim Pengadilan Negeri Palu yang progresif dan berkeadilan. 

Sementara itu, putusan Hakim Pengadilan Negeri Palu progresif dan berkeadilan serta patut dicontoh oleh Pengadilan lain jika mengadili kasus serupa”, ujar Advokat yang sering menangani kasus tender/sengketa konstruksi dan perlindungan aset ini.      

Dihubungi melalui telepon selularnya salah satu Anggota Tim Kuasa Hukum PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama Raminna Sitanggang, S.E., S.H., mengapresiasi sikap Kementerian Agama Republik Indonesia yang menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan dengan menunda dan tidak melakukan tender ulang pembangunan gedung tersebut hingga sengketa hukum memperoleh kekuatan hukum tetap. 

 

“Kami mengapresiasi sikap Kementerian Agama Republik Indonesia yang menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Palu dengan menunda melakukan tender ulang pembangunan gedung tersebut sampai sengketa berkekuatan hukum tetap, dan sikap Kementerian Agama tersebut patut dicontoh dan diikuti oleh Kementerian, Lembaga dan Instansi lainnya baik Pusat maupun Daerah ketika sedang berperkara yang berkaitan dengan sengketa konstruksi”, katanya.