trustnews.id

Inovasi dan Kontribusi Perumda Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara TINGKATKAN LAYANAN AIR BERSIH
Sapto Budiriyanto Dirut Perumda Air Minum Tirta Jungporo

Jumlah pelanggan mengalami peningkatan secara year on year, membuat Perumda Tirta Jungporo Kabupaten Jepara terus berinovasi memenuhi kebutuhan air minum masyarakat secara berkesinambungan.

Berdiri sejak 1987, dalam menjalankan usahanya di bidang layanan air bersih di Kabupaten Jepara, PDAM Kabupaten Jepara mengusung visi "Menjadi Penyedia Air Bersih dengan Pelayanan Prima didukung Kinerja Perusahaan Yang Sehat Berwawasan Lingkungan."

Dan mengusung lima misi, yakni meningkatkan pelayanan prima, meningkatkan kinerja yang sehat, meningkatkan profesionalisme SDM, meningkatkan perolehan laba perusahaan dan mendukung program pemerintah di bidang lingkungan hidup.

Di Usianya ke 27 tahun, PDAM ini berubah status hukum sekaligus berganti nama menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jungporo, sampai saat ini memiliki jumlah pelanggan sebanyak 56.777 pelanggan atau setara dengan 204.397 jiwa per November 2021.

Adapun luas cakupan layanan, secara teknis Perumda Air Minum Tirta Jungporo memiliki cakupan layanan 16,85 persen dari total penduduk Kabupaten Jepara.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2020 (YoY) sebesar 55.796 pelanggan. Untuk tahun 2022 dianggarkan pemasangan Sambungan Rumah baru MBR 2.500 SR dan Reguler 1.500 SR.

Sapto Budiriyanto, Dirut Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Jungporo, mengatakan sesuai PERDA Nomor 17 tahun 2018 pasal 6, tujuan pendirian PERUMDA Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara memiliki tiga tujuan. Pertama, turut serta melaksanakan pembangunan daerah. Kedua, turut serta melaksanakan pembangunan ekonomi nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketiga, memberikan pelayanan air minum dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat secara berkesinambungan.

"Upaya memenuhi kebutuhan air minum masyarakat itu dengan mengutamakan pemerataan pelayanan, mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat, membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, serta sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah," ujar Sapto Budiriyanto kepada TrustNews.

Diakuinya, pandemi Covid 19 memberikan pengaruh besar kepada para pelanggan. Kondisi ini turut memberi pengaruh terhadap perkembangan perusahaan. Terutama jumlah penerimaan tagihan pelanggan dan daya beli yang turun.

"Sebagai Perusahaan yang mempunyai tugas ganda Perusahaan senantiasa berusaha meningkatkan kinerja dengan mengambil langkah strategis yaitu menyediakan air baku, memperluas jaringan pelayanan, menertibkan pelanggan yang menunggak dan memberikan kemudahan dalam proses pasang baru," ungkapnya.

Meski bukanlah sesuatu hal yang mudah, menurutnya, Tirta Jungporo terus berbenah dan tetap eksis untuk mewujudkan harapan masyarakat pelanggan dan semua pihak di Kabupaten Jepara, dalam pemenuhan mendasar atas pasokan dan ketersediaan air minum. Juga, agar pelayanan bisa memenuhi Standar Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas dan Keterjangkauan.

"Kami dari Perumda Tirta Jungporo berkomitmen untuk berusaha meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan mengurai permasalahan yang menjadi kendala dengan mengambil langkah-langkah strategis," tegasnya.

Dia memberikan gambaran, saat perusahaan memperoleh kucuran dana penyertaan modal tahun 2021 sebesar Rp.1.4 miliar dari Pemerintah Daerah. Prioritas penggunaan dana tersebut difokuskan pada pengadaan infrastruktur dan investasi, dengan penambahan pelayanan dan meningkatkan cakupan layanan. Infrastruktur meliputi air baku, jaringan dan meter air.

"Wilayah Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, yang selama tiga tahun meng-andalkan dropping 5 truk tangki setiap hari. Sejak 29 Oktober 2021, tidak lagi di-droping truk tangki. Disebabkan, air sudah mengalir sampai lokasi pelanggan paling ujung,” ujarnya.

“Demikian juga Rusunawa di Blok A dan B, Jl. Kyai Mojo, Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara. Sejak awal tahun 2020 selama 1 tahun didroping setiap hari 6 s/d 8 truk tangki. Namun, sejak 21 September 2021 berhenti didroping truk tangki, dikarenakan air sudah lancar mengalir,” tambahnya.

Adapun dalam upaya memenuhi cakupan debit air yang maksimal, maka Perumda Air Minum Tirta Jungporo Jepara pada tahun 2020 telah membangun 9 titik sumur di Welahan, Sowan Lor, Kerso, Embung Bapangan, Kecapi Krajan, Kecapi Kaligede, Bulungan, Lebak dan Tengguli dengan debit air 90 liter/detik, tambahan debit tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki pelayanan.

"Harapan ke depan, SDGs tahun 2024 bisa terwujud dengan memberikan pelayanan 100 persen ke masyarakat dan terwujudnya tujuan Perusahaan. Membangun daerah Jepara, memberikan pelayanan air minum, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah," pungkasnya. (TN)