trustnews.id

Resep Kinclong PERUMDA BPR BANK MAGELANG SAAT PANDEMI
Hery Nurjianto Direktur Utama Perumda BPR Bank Magelang

Di masa sulit pandemi Covid-19, kinerja Perumda BPR Bank Magelang justru mengkilap. Hingga Desember 2021 aset perusahaan meningkat jadi Rp234,3 miliar.

Pandemi COVID-19 melumpuhkan banyak sektor ekonomi. Sepertinya tak berlaku bagi Perumda BPR Bank Magelang (Bank Magelang).

Dilihat dari kinerja Bank Magelang sampai Desember 2021, untuk aset Rp234,3 miliar (meningkat 12,11 persen), kredit Rp 184 miliar (meningkat 14,04 persen), tabungan Rp86,8 miliar (meningkat 27,63 persen), dan laba Rp2,3 miliar (meningkat 15,01 persen). Pencapaian kinerja ini prosentasenya di atas ketentuan yang ditetapkan OJK.

Torehan tersebut jauh lebih baik dari tahun 2020. Bank yang berlokasi di kaki Gunung Tidar ini, hingga Desember 2021 capaian kinerja perbankan itu menunjukan peningkatan yang baik. Aset Bank Magelang tercatat Rp234,3 miliar atau naik 12,11 persen dari tahun 2020 sebesar Rp 209 miliar.

Atas kinerja yang terbilang moncer itu, pada September 2021 lalu Bank Magelang kembali meraih 3 penghargaan dalam ajang Top BUMD, yaitu Top Pembina BUMD untuk Walikota Magelang, Top BUMD untuk BPR Bank Magelang dan Top CEO.

Lantas, apa rahasianya sampai kinerja Bank Magelang tetap kinclong? "ATM," ujar Direktur Utama BPR Bank Magelang, Hery Nurjianto kepada TrustNews. Sambil melanjutkan, "Angkat Telepon Meluncur."

Nurjianto tak memungkiri pandemi Covid-19 membuat semuanya berubah dalam waktu yang cepat. Pandemi tak pandang bulu dalam menyerang semua sektor kehidupan, mulai dari pengusaha kelas UMKM hingga perusahaan multinasional mengalami penurunan dan ujungnya berakhir di perbankan.

"Banyak nasabah kita yang menarik dananya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya," ungkapnya.

Dalam kondisi yang serba mendadak itu, selaku pimpinan bank, dirinya mengambil beberapa langkah penting. Pertama, menjaga likuiditas.

"Bank Magelang selalu siap memenuhi kewajiban jangka pendek," ujarnya.

Kedua, saat likuiditas bank mengering maka penghimpunan dana nasabah harus dioptimalkan. Termasuk bekerja sama dengan BPR lain.

Ketiga, menjaga kualitas aset, terutama asset produktif. Keempat, selektif dalam menyalurkan kredit.

"Banyak sektor yang terdampak pandemi, karena itu kita harus lebih hati-hati dalam meminjamkan kredit. Kita lihat kemampuan si peminjam," ujarnya.

Kelima, lebih adaptif dan inovatif. Dengan mengoptimalkan layanan jemput bola dengan membawa Electronic Data Capture (EDC) termasuk membayar angsuran bisa menggunakan virtual account.

"Kita harus siap berdampingan dengan Covid-19. Pegawai kita harus kita bekali dengan prokes dan pegawai menjaga kesehatan. Kita juga upayakan agar layanan bisa berjalan dengan baik sesuai keinginan nasabah. Angkat Telpon Meluncur (ATM)," ujar Nurjianto membuka resepnya.

Namun dijelaskannya, Bank Magelang dalam operasionalnya tidak hanya mengejar angka keuntungan semata. Sebagai BPR yang sahamnya 100% milik Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah itu tetap memikul tugas sosial kemasyarakatan.

"Selain mengejar bisnis agar terus bertumbuh, perusahaan juga tetap berupaya untuk melakukan layanan publik atau sosial. Komposisinya 75 persen untuk mengincar laba dan 25 persen tetap memberikan layanan publik atau sosial kepada masyarakat Magelang," ungkapnya.

Dia pun menyebut, Bank Magelang bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinas Perkim) Kota Magelang dalam membantu pengadaan rumah murah, ikut serta dalam pelatihan dan pembuatan sanitasi sehat dan turut serta dalam pengelolaan keuangan warga Rusunawa

"Kita juga menyalurkan kredit murah untuk memberantas rentenir, yakni dengan produk Kredit Pro-Master, Kredit PKL dan Kredit Mikro-Pertiwi," paparnya.

"indikator keberhasilan kami apabila kehadiran Bank Magelang memberi manfaat bagi semua stakeholder. Pemerintah sudah memberi modal, maka kinerja kami harus optimal. Masyarakat sudah mempercayakan uangnya, maka kami harus menjaga itu. Kami ingin OJK, Kantor Pajak, dan BI merasa kami fungsi intermediasinya berjalan dengan baik. Tentunya dengan kehati-hatian," pungkasnya. (TN)