trustnews.id

Bank Sumsel Babel Setoran Ke Kas Pad Terus Naik

TRUSTNEWS.ID,.- Tak salah alamat jika masyarakat Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menaruh kebanggan pada bank satu ini. Kinerjanya tetap kinclong bahkan saat pandemi Covid-19 melanda negeri, bank ini tetap mencatatkan hasil positif. 

Ini dibuktikan dengan terus naiknya angka dividen yang diberikan PT Bank Sumsel Babel ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tercatat dividen yang disetor pada 2022 sebesar Rp322,87 miliar atau tumbuh 33,06% (yoy) dari tahun buku 2021 senilai Rp242,65 miliar. 

Bahkan di tengah kondisi perekonomian nasional yang masih dalam tahap recovery dari pandemi Covid-19 dan lonjakan tingkat inflasi dari 1,87% di Desember 2021 menjadi 4,94% di bulan Juli 2022, Bank Sumsel Babel berhasil mencatat kenaikan aset sebesar 12, 04 % (yoy) dimana pada 2021 lalu aset Bank Sumsel Babel sebesar 31,6 triliun dan pada akhir 2022 mencapai 35,30 triliun. Selain itu Bank Sumsel Babel juga berhasil menyalurkan kredit sebesar 20,90 triliun pada tahun 2022 lalu (tumbuh 10,49 yoy)-unaudited. 

Achmad Syamsudin, Direktur Utama Bank Sumsel Babel, membeberkan data dari total kredit yang mencapai Rp18,92 triliun di tahun 2021 lalu untuk kredit produktif sebesar Rp4,84 triliun dan kredit konsumtif sebanyak Rp14,07 trilun. Atau perbandingannya 26% dibanding 74%. "Pertumbuhan kredit produktif di masa pandemi ini sangat luar biasa. Dari angka 4,8 triliun pada 2021 menjadi 5,9 triliun pada akhir Desember 2022 lalu,” ungkap Achmad Syamsudin kepada TrustNews. 

Sementara untuk pertumbuhan kredit konsumtif di tahun lalu, lanjut Syamsudin, hanya sebesar 6,24%. 

“Bahkan untuk penyaluran kredit FLPP tadi, kita mendapat penghargaan juara 1 Bank Pelaksana Penyalur FLPP Seluruh Indonesia Sebagai Bank Pelaksana Daerah Penilaian Ki-nerja Terbaik dari Kementerian PUPR, pada 17 Juni 2021 lalu,” katanya, bangga.

Untuk kredit FLPP hingga akhir 2021 lalu mencapai Rp625,518 miliar, jauh meningkat dari tahun sebelumnya. Lalu KUR tersalurkan sebanyak Rp894,525 miliar meningkat 199%, dan untuk program PEN melalui kredit infrastruktur daerah di angka Rp1,53 triliun.

“Bahkan untuk KUR di tahun ini dialokasikan dari pemda meningkat menjadi Rp1,5 triliun. Dan kita akan terus optimalkan penyalurannya. Antara dengan kerja sama dengan petani komoditi dan Gabungan Kelompok Petani (GAPOKTAN) melalui penyaluran KUR ini dengan pengembangan Klaster Pertanian,” ujarnya. 

Sebagai informasi, Bank Sumsel Babel juga memiliki produk yang memberikan manfaat sosial. Seperti, menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total penyaluran Rp2,213 miliar. Lalu, penyediaan Akses Layanan Keuangan Peduli Disabilitas yakni berupa ATM Drive-Thru dilengkapi fungsi naik-turun yang mempermudah penyandang kursi roda. 

“Ada juga perluasan Akses Layanan Keuangan Tanpa Kantor melalui pengembangan Laku Pandai ‘BSBLur’ sebanyak 1.631 agen, dan perluasan Akses Keuangan di Daerah Tertinggal antara lain di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel,” jelasnya. 

Pun soal pemanfaatan teknologi informasi (TI), menurutnya, Bank Sumsel Babel telah mendigitalisasi seluruh bisnisnya. Beberapa produknya mulai dari Bank SumselBabel Mobile, Bank Sumsel Babel Internet Banking, QRIS, aplikasi KUR, aplikasi KSR (Kredit Serba Guna), dan semua itu sudah terkoneksi dengan ekosistemnya masing-masing. Seperti ekosistem Pemda (APBD dan SIPD), ekosistem bisnis (KUR cluster dan UMKM Halal), serta ekosistem Universitas. 

Selain itu juga ada aplikasi e-planning untuk penyusunan rencana Kerja Anggaran tahunan (RKAT) agar lebih efektif dan efisien. E-procurement Bank Sumsel Babel untuk mewujudkan pengadaan barang dan jasa yang transparan, digital signature berupa tanda tangan digital agar lebih praktis, efisien, dan fleksibel. 

Selanjutnya, aplikasi Sunfish ini untuk mengorganisasikan fungsi-fungsi manajemen SDM yang berbasis kompetensi dan kinerja guna mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Serta portal PP online untuk akses terhadap pedoman perusahaan menjadi lebih mudah. 

“Jadi dalam strategi layanan kami terus mengembangkan layanan digital dengan memanfaatkan kearifan lokal di daerah Sumsel Babel agar mendukung pengembangan industri potensial di daerah,” pungkasnya.