trustnews.id

Kencana Energy Kian Agresif Garap EBT
Dok, Istimewa

Kencana Energy Kian Agresif Garap EBT

NASIONAL Jumat, 09 Februari 2024 - 14:50 WIB Hasan

TRUSTNEWS.ID,. - Tersohor akan keagresifannya dalam mengembangkan pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dan menggarap proyek-proyek baru. PT Kencana Energy Tbk (KEEN) di tahun 2024 ini bakal melanjutkan agenda ekspansinya.

Saking rajinnya, terhembus kabar perusahaan yang terbentuk 2008, ini telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 30 juta untuk membiayai sejumlah proyek di sepanjang 2024 ini.

Menurut rencana, sebanyak dengan rincian US$ 2,5 juta dari capex yang dianggarkan bakal dialokasikan membiayai menyelesaikan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Ordi Hulu yang berada di wilayah Pakpak Bharat, Sumatera Utara. 

PLTM dengan kapasitas 10 megawatt (MW) tersebut ditargetkan memasuki tahapan commercial operation date (COD) pada kuartal I tahun 2024 ini. Sementara itu, anggaran sebanyak US$ 27,5 juta lainnya dialokasikan untuk membiayai konstruksi PLTM Salu Noling di Sulawesi Selatan.

Pengerjaan konstruksi PLTM yang juga berkapasitas 10 MW ini direncanakan bisa dimulai pada kuartal II tahun 2024 ini. Target KEEN, PLTM Salu Noling bisa memasuki tahapan COD pada kuartal II Wilson Maknawi, Direktur Utama PT Kencana Energy, tak menampik bila perusahaan yang bergerak di bidang penyedia energi yang dipimpinnya menyandang gelar 'agresif' dalam mencari proyek EBT baru dan terus mengembangkan total kapasitasnya.

"KEEN masih terus agresif  mengembangkan dan mencari proyek-proyek baru EBT untuk ekspansi kapasitas. Adapun tujuan kami ingin membantu Indonesia mencapai energy mix target yang telah ditetapkan pemerintah," ujar Wilson Maknawi kepada TrustNews.

"KEEN ikut tender PLN untuk proyek proyek yang sudah dalam pipeline. Kami juga aktif mencari peluang untuk mengakuisisi proyek yang memiliki parameter baik, seperti proyek dua PLTM terakhir kami yang berlokasi di Sulawesi dan Sumatera Utara. Kami selalu mencoba untuk bertumbuh baik secara organic (melalui project pipeline) ataupun inorganic (dengan cara akuisisi)," paparnya.

Menurutnya, KEEN tidak hanya fokus pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tapi juga mengembangkan portofolio bisnis ke berbagai sumber EBT lain seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) maupun Tenaga Biomassa (PLTBm).

Sebagaimana diketahui, Sejumlah proyek EBT KEEN, antara lain pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Pakkat berkapasitas 18 MW, PLTA Air Putih 21 MW, pembangkit listrik negara mini hidro (PLTM) Ma'dong 10 MW, PLTM Ordi Hulu 10 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Tempilang 2 sebesar 5 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tempilang 1,36 MWp.

"Semua pembangkit listrik yang dioperasikan oleh Kencana Energy adalah pembangkit EBT. PLTA, PLTS, dan maupun PLTBM kami sangat ramah lingkungan karena menggunakan alam untuk membangkitkan listrik (melalui arus air, matahari, sampah dari pabrik sawit). Emisi yang dihasilkan dari kegiatan pembangkit listrik kami juga sangat minim, tidak seperti PLTU tradisional yang menggunakan fosil fuels seperti batu bara," ungkapnya.

Sejalan dengan target bauran EBT pada tahun 2025 yang sebesar 23 persen, KEEN juga perlu mengembangkan usaha karena saat ini bauran EBT yang dimanfaatkan baru sekitar 14 persen. Perincian proyek 500 MW dalam pipeline jangka panjang KEEN ialah, di sektor energi hidro ada PLTA Sumatera Utara 35 MW, PLTA Sulawesi 1 75 MW, PLTA Sulawesi 2 90 MW, dan PLTA Gorontalo 22 MW.

Di sektor energi angin, KEEN menargetkan pembangunan 2 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 62,5 MW dan 100 MW. KEEN juga berencana mengembangkan Solar PV 60 MW dan pembangkit listrik Hybrid 5 MW.

Selain PLTA, KEEN masuk ke sektor mini hydro, dan akan mengoperasikan PLTM Sumatera 2 4 MW, PLTM Sulawesi 3 6 MW, PLTM Sulawesi 4 10 MW, dan PLTM Nasal 10 MW. Perusahaan pun menargetkan bisnis kelistrikan dari Biomassa 10 MW dan Biogas 10 MW.

“KEEN sangat optimis akan mendapatkan proyek baru dan kelangsungan usaha KEEN sangat terjaga. Apalagi potensi pengembangan EBT di Indonesia mencapai sekitar 3.700 GWh namun baru dimanfaatkan sekitar 0,3 persen-nya," ujarnya.

"KEEN akan terus mengembangkan kapasitas di dalam Indonesia maupun di luar negeri. Sejalan dengan visi perseroan menjadi penyedia EBT terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara," pungkasnya.