trustnews.id

Aneka Usaha Kabupaten Batang Kejar Kontribusi PAD
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID,. - 

Tantangan terberat yang dihadapi Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang antara lain keterbatasan modal usaha dan sumber daya manusia (SDM).

 

Perekonomian global yang mulai bangkit pasca Pandemi COVID 19 tentunya menjadi optimisme bagi Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang dalam menangkap peluang bisnis usaha di tahun 2023 ini.

Selain itu dengan adanya perkembangan perekonomian dan peningkatan investasi di Kabupaten Batang terutama di sektor industri dengan adanya proyek strategis nasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) maupun Kawasan Industri lainnya yang tentunya menjadi peluang bisnis bagi Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang untuk mengembangkan usaha di bidang industri dan turunannya.

Sikap optimisme itu dinyatakan langsung Adi Pranoto selaku Direktur Perumda Aneka Usaha dalam sebuah wawancara dengan TrustNews. "Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang berkomitmen dalam mendukung perekonomian daerah Batang melalui bisnis berbagai usaha sebagaimana diamanatkan dalam Perda Kabupaten Batang No. 4 Tahun 2020".

"Dalam Perda tersebut menyatakan bisnis yang dikelola saat ini meliputi bidang usaha jasa berupa bengkel mobil dan motor, pedagangan berupa minimarket dan penjualan beras, industri berupa penyertaan modal pada PT. Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan rencana pengembangan produksi paving dan beton serta unit usaha lainnya berupa pengelolaan perkebunan cengkeh," paparnya.

Sebagaimana diketahui, keterlibatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha dalam proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang seluas 4.000-an hektare, tidak saja memberi warna tersendiri bagi Kabupaten Batang. Tapi juga menjadi pembelajaran bagi daerah lain untuk bisa melibatkan BUMD-BUMD-nya dalam proyek strategis nasional yang dikerjakan oleh BUMN.

Adapun pembagian sahamnya Kawasan Industri Wijaya Kusuma 30 persen, PT Pembangunan Perumahan 35 persen, PTPN 9 25 persen dan Pemkab Batang 10 persen melalui Perumda Aneka Usaha.

Dirinya tak memungkiri, Perumda yang dipimpinnya sejak Februari 2021 belum mampu memberikan kontribusi berupa deviden kepada pemerintah Kabupaten Batang. Hal ini disebabkan upayanya melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk aset-aset yang dimiliki. Selain itu, Perumda Aneka Usaha tengah melakukan audit kerugian.

"Evaluasi internal dan audit dibutuhkan untuk mengetahui apa-apa saja yang harus diperbaiki untuk kedepannya. Selain itu juga menjadi alat ukur bagi kita waktu berangkat seperti apa kondisinya dan yang saya kerjakan seperti apa," ujarnya.

"Karena target saya bagaimana Perumda Aneka Usaha bisa memberi kan kontribusi peningkatan PAD Batang yang ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang," tegasnya.

Dirinya memberi sedikit gambaran dari hasil evaluasi yang dilakukan, tantangan terberat yang dihadapi Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang antara lain keterbatasan modal usaha dan sumber daya manusia (SDM).

"Pemkab Batang telah berkomitmen terkait modal usaha ke depan dan Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang berkomitmen untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan," ujarnya.

"Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang saat ini tengah berupaya melakukan pembenahan di berbagai sektor dalam rangka menghadapi tantangan persaingan usaha yang ada dan kebutuhan perusahaan dalam upaya pengembangan usaha termasuk pengembangan SDM baik secara kuantitas maupun kualitas sesuai dengan yang dibutuhkan," paparnya.

Upaya nyata yang dilakukan di dalam melakukan pembenahan manajemen, menurutnya, Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang saat ini sedang melakukan transformasi managemen guna mengoptimalisasi penggunaan teknologi digital secara bertahap baik untuk penguatan organisasi secara internal maupun dalam pengembangan unit usaha melalui beberapa aplikasi layanan usaha.

"Cash On Delivery (COD) Pintar, misalnya merupakan hasil kerja sama Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang dengan biro jasa JNT dengan biaya antar jauh dan dekat Rp5.000. Ini jawaban kita kepada masyarakat yang butuh pelayanan cepat sebagai dampak dari transformasi digital," ujarnya.

Hal yang menjadi fokusnya melakukan ekspansi usaha Perumda Aneka Usah selaku konsorsium dan pemilik saham 10% di KITB.

"KITB ada potensi besar, maka akan kita maksimalkan peran Perumda agar berkintribusi dalam proses pembangunan kawasan dan pengelolaan nantinya yang ending-nya untuk peningkatan PAD Batang,” pungkasnya.