trustnews.id

Pastikan Keandalan Jaringan Gas Kota BPH Migas dan Pertagas Niaga Lakukan Monitoring
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID,. - Badan Pengawas Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertagas Niaga (PTGN) selaku afiliasi dari Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk. lakukan monitoring terhadap jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) secara berkala. Di bulan Oktober 2023 ini monitoring dilaksanakan di wilayah Kota Cilegon, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Aminuddin selaku President Director PTGN menuturkan “Monitoring rutin dilakukan PTGN baik secara mandiri maupun bersama BPH Migas. Kegiatan ini untuk memastikan keandalan Jargas yang dikelola PTGN di seluruh area, serta tentunya menjaga hubungan baik dengan seluruh pelanggan”.

Disampaikan oleh Josep, selaku Analis Kegiatan Usaha Hilir Migas "Sebagaimana amanat Undang-Undang, BPH Migas melakukan fungsi pengawasan dalam rangka menjamin ketersediaan energi untuk masyarakat dalam hal ini pemanfaatan jaringan gas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil. Dari kunjungan dan uji petik yang dilakukan pada konsumen Jargas, pelanggan menyatakan puas dengan penggunaan Jargas, baik dari sisi kontinuitas gas, safety maupun pelayanan yang sudah diberikan oleh PTGN”.

Hingga awal tahun 2023, PTGN mengelola 275.201 sambungan rumah tangga jargas (SR), yang mana seluruhnya merupakan penugasan dari Pemerintah Republik Indonesia. Sambungan jargas ini dibangun secara bertahap oleh Pemerintah sejak tahun 2009 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam menjalankan amanah pengelolaan jargas ini, PTGN selalu berupaya mengedepankan aspek keamanan, keselamatan dan kelestarian lingkungan serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024, pembangunan jargas termasuk salah satu proyek strategis nasional. Kemeterian ESDM menyampaikan bahwa jargas merupakan upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk mengurangi impor LPG , penghematan subsidi LPG, serta menghemat pengeluaran energi masyarakat. Jargas juga bermanfaat mengurangi defisit neraca perdagangan migas.

Melalui pengelolaan jargas ini PTGN mengharapkan dapat membantu memudahkan masyarakat untuk mengakses energi yang bersih, murah, ramah lingkungan, dan efisien serta mendukung transisi energi di Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.

 

Media contact:

Kartika Tiara

Manager Stakeholder Relation

e-mail : [email protected]