
TRUSTNEWS.ID,. - Di tengah dinamika yang terus berubah, Yulius Bhayangkara,
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO), memimpin sebuah revolusi dalam dunia asuransi dan reasuransi Indonesia.
Visi yang ia bawa bukan hanya sekadar mempertahankan dominasi di pasar, tetapi lebih dari itu, ia ingin menciptakan nilai yang lebih besar untuk semua pemangku kepentingan, termasuk perusahaan asuransi, pialang, dan yang terpenting, konsumen.
“Tujuan kami di APPARINDO adalah ingin mendapatkan porsi yang lebih besar,” ungkapnya kepada TrustNews.
“Dari tahun 2022 hingga 2025, dan terutama tahun depan, dengan saya menjabat sebagai Ketua Dewan Asuransi, kami berkomitmen untuk membawa perubahan yang nyata. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pialang asuransi bukan hanya perantara, tetapi pencipta nilai sejati,” paparnya.
Konsep utama yang sedang diperjuangkan adalah menciptakan nilai yang lebih besar bagi seluruh ekosistem asuransi.
“Di APPARINDO, kami beroperasi dalam bisnis penciptaan nilai. Bisnis kami bukan hanya tentang menjual produk asuransi atau reasuransi. Kami berfokus pada bagaimana kami bisa menambah nilai baik itu dalam bentuk premi yang lebih terjangkau, cakupan yang lebih luas, atau bahkan layanan yang lebih baik,” urainya.
Pada intinya, percaya bahwa pialang asuransi memiliki peran yang sangat penting dalam industri ini. “Ketika seseorang hanya membawa satu pabrik atau gedung ke perusahaan asuransi, itu satu hal. Tapi kami membawa 90 pabrik sekaligus. Tentu saja, ini mengubah
dinamika negosiasi,” ujarnya.
“Kami bukan hanya penjual, kami adalah pencipta nilai dalam setiap transaksi yang kami fasilitasi,” tegasnya.
Saat ini, APPARINDO sudah menguasai lebih dari 34% hingga 35% pasar, menjadikannya saluran distribusi terbesar di industri asuransi Indonesia. Meski sudah berada di posisi terdepan, Bhayangkara tak ingin berhenti di sana. Ia ingin memastikan bahwa APPARINDO bukan hanya besar, tetapi juga memberikan dampak nyata dan
positif bagi industri.
Tantangan utama berasal dari regulasi yang sering kali menjadi untuk berkembang. “Ada banyak regulasi yang, tanpa disadari, malah bagi kami untuk tumbuh lebih besar,” ungkapnya.
Salah satu langkah utama adalah kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang telah banyak kali diajak bicara mengenai perubahan aturan, termasuk POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) baru seperti POJK 24, 28, dan 23. Melalui diskusi intensif dengan OJK, APPARINDO telah berhasil mengakomodasi sebagian besar masukan yang diajukan.
“OJK harus yakin bahwa kami serius memperbaiki industri ini. Kami tidak hanya bermain-main, tetapi ingin menciptakan perubahan yang positif,” ujarnya.
Upaya ini menunjukkan fokus pada penciptaan lingkungan yang lebih transparan dan berfokus pada kepentingan semua pihak, sekaligus menjadi bagian dari visinya untuk menghilangkan beban dan hambatan yang menghalangi pertumbuhan industri.
Selain mengatasi hambatan juga berupaya untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi industri asuransi. Salah satu langkah penting adalah mendirikan kantor cabang di London, yang dikenal sebagai pusat global untuk pasar asuransi.
“Biasanya, segala sesuatu yang berkaitan dengan reasuransi ujungnya berada di London,” ujarnya.
“Kami memutuskan untuk tidak hanya menunggu dari Singapura atau Hong Kong, tetapi langsung masuk ke sana,” tambahnya.
Langkah ini, menurut Bhayangkara, adalah upaya untuk mendorong hilirisasi dari hulu dan bukan hanya menunggu nilai tambah datang dari luar negeri. “Kami ingin mengambil langkah proaktif dan memanfaatkan keberadaan pasar di London,” ujarnya.
“Di sana, negara-negara seperti China, Jepang, Nepal, dan negara-negara Skandinavia semuanya hadir, masingmasing dengan produk mereka sendiri sementara kami belum memiliki apa-apa,” pungkasnya.