trustnews.id

PT Asmin Bara Bronang (ABB) Kembangkan Visi Penambangan A Plus, Dorong Keberlanjutan Perusahaan
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID - PT Asmin Bara Bronang (ABB) hadir untuk mengembangkan konsesi batubara di Kalimantan Tengah. Kegiatannya terpusat di Kabupaten Kapuas dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan total luas area kerja sebesar 24.980 hektar. Mencakup tiga blok penambangan, yaitu Mamput, Bekanon, dan Merangun.

Batubara ABB dikenal sebagai batubara A-Plus. Artinya jenis premium dengan kualitas CV GAR 6,500 kcal per kilogram. ABB menjual batubara kelas premium dengan nilai AFT tinggi (>1.500ºC) yang merupakan batubara ramah lingkungan dan mampu memberikan efisiensi biaya bagi para pelanggan.

Total produksinya sangat ‘menggiurkan,’ di tahun 2019 perusahaan ini mampu memproduksi mencapai 5 juta ton batu bara, dengan penjualan mencapai 4,6 juta ton. “ABB secara terus-menerus memberikan produk dengan kualitas terbaik dan pengiriman tepat waktu sebagai bagian dari komitmen kami pada pelanggan,” tegas Erdhani Febriyanto General Manager Operation/KTT PT Asmin Bara Bronang kepada Trustnews.

Produk yang berualitas, lanjutnya juga menjadi salah satu upaya untuk tetap mendorong laju keberlanjutan (sustainable) perusahaan. Ada sejumlah langkah yang dilakukan, di antaranya terus mengasah kompetensi seluruh sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki ABB. Di sisi lain, perusahaan ini konsisten untuk menerapkan konservasi batubara. Bahkan, batubara yang ukurannya di bawah standar, tidak serta merta dibuang, namun dikumpulkan terlebih dahulu dan dicek secara intensif.

Jika masih memungkinkan, maka dilakukan proses pengolahan (pencucian batubara) sehingga memenuhi produk sesuai kriteria dan standar.

“Penambangan kami memiliki Visi Be A Plus Company dengan menghasilkan Be A Plus Product. Yang kami lakukan adalah mencuci batu bara, dimana batuan yang menjadi sampah kami cuci sehingga bisa jadi produk berkualitas. Dan hal ini bisa mening-katkan produksi, konservasi, peningkatan kompetensi karyawan, pelibatan tenaga labor survey dan pengembangan kompetensi. Sehingga kami bisa konservasi di SDA, dan Kementerian ESDM RI berikan apresiasi,” tegas Erdhani bangga.

Di samping itu, listrik yang mereka gunakan juga mengandalkan kemampuan pembangkit yang mengunakan batubara langsung dari hasil produksinya. Sebagian besar kegiatan operasional telah menggunakan listrik untuk mengurangi emisi.

Hubungan ABB dengan masyarakat di sekitar kegiatan penambangan juga berjalan harmonis. Ini sebabnya, hampir semua kegiatan penambangan yang mereka lakukan berjalan smoothy alias minim kendala yang dihadapi. Sinergi yang dijalankan dengan masyarakat begitu kuat. Setiap usia siap kerja di lingkungan masyarakat diarahkan untuk bisa dilatih secara khusus untuk dibina menjadi tenaga-tenaga penambangan yang andal, mampu bersaing dan berorientasi menjaga keberlangsungan lingkungan.

“Kami menyiapkan SDM dengan jurusan teknik alat berat dan desain komunikasi visual. Para tenaga terampil ini kami libatkan dalam operasional pekerjaan. Dengan kompetensi yang dimilikinya, kami yakin mereka juga mampu terserap dengan baik oleh perusahaan–perusahaan lain. ABB membangun Sarana Pendidikan berupa Sekolah dari TK hingga SMK serta menyediakan Rumah Pintar di level desa hingga Kabupaten, sehingga ini bisa membantu generasi penerus bangsa untuk tetap belajar. Artinya dalam menyiapkan tambang yang sustain kami siapkan dari sisi teknikal dan non teknikal,”tandas Erdhani lagi.

Apa yang dilakukan ABB, lanjutnya, merupakan perwujudan upaya atau langkah agar perusahaan ini mampu tumbuh secara volume, penjualan, dan program. Perusahaan terus berupaya untuk bisa meningkatkan kompetensi dan sinergitas antar person dan perusahaan atau mitra yang yang digandengnya dengan baik.

Harapannya, secara eksternal tercipta konektivitas yang baik, sehingga pengembangan kompetensi masyarakat berjalan maksimal dan mampu memperoleh kemandirian yang diharapkan. Terciptanya konektivitas yang baik ini, diarahkan juga dengan seluruh lembaga pemerintah, baik di daerah dan juga di pusat, terkait operasional dan peraturan lintas kementerian.

Sehingga apa yang dijalankan bisa saling support dan tidak bertolak belakang, terutama dalam upaya menggerakkan roda perekonomian, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. “ Dengan demikian support kami terhadap kebutuhan batu bara bisa baik dan pemerintah memberikan apresiasi. Karena kalau tidak di-support agak sulit untuk industri pertambangan yang kami jalankan,” harap Erdhani.

(tn/san)