trustnews.id

Jibaku Askrindo Mamuju Ubah Tantangan Jadi Prospek
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID – Literasi keuangan, terutama asuransi, yang masih relatif rendah kerap menimbulkan kesalahpahaman masyarakat terhadap produk asuransi. Memberikan edukasi terkait finansial terutama asuransi mesti terus digencarkan. 

Merujuk hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK pada 2022, menunjukkan indeks literasi asuransi masyarakat Indonesia sebesar 31,72 persen lebih rendah dibandingkan perbankan sebesar 49,93 persen. 

Begitu juga dengan tingkat inklusi nasional. Meski meningkat 8,91 poin dari 76,19 persen pada tahun 2019 menjadi 85,10% pada tahun 2022. Namun tingkat inklusi sebesar 16,63 persen terbilang sangat rendah jika dibandingkan dengan perbankan yang inklusinya telah mencapai 74,03 persen. 

Tentu ada banyak faktor yang mempengaruhi. Mulai dari Tingkat pendidikan, kesadaran dan pendapatan yang rendah, masih mempengaruhi minat masyarakat dalam berasuransi. Selain itu, kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan, turut memperlambat percepatan penetrasi asuransi kepada masyarakat. 

"Jujur diakui rendahnya literasi asuransi masyarakat khususnya di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tentang asuransi umum khususnya asuransi kebakaran dan gempa bumi. Ini memberikan tantangan tersendiri bagi kami," ungkap Muhammad Iqbal Firman, Pimpinan Askrindo Cabang Mamuju, kepada TrustNews. 

"Jadi kami lebih extra untuk memperkenalkan dan memberi paham kepada masyarakat manfaat asuransi umum. Ini mengingat usia Provinsi Sulbar terbilang muda (hasil pemekaran tahun 2004) menyebabkan Askrindo Cabang Mamuju harus bersaing lebih keras lagi untuk mendapatkan jaminan proyek yang besarkarena didominasi kontraktor-kontraktor yang berdomisili di luar Sulbar," paparnya terkait tantangan yang dihadapi. 

Secara nasional, menurutnya, Askrindo mencatat realisasi penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp164 triliun sepanjang 2022 atau 104 persen dari target dengan total penerima 4,8 juta pelaku UMKM. 

Adapun secara segmentasi KUR yang dijamin oleh Askrindo saat ini adalah perdagangan (42,2 persen), pertanian dan kehutanan (33,1 persen), jasa dan sektor lainnya (11,8 persen), industri kecil (8,3 persen), penyediaan akomodasi (2,8 persen), perikanan dan kelautan (1,6 persen) dan konstruksi (0,2 persen) dengan total penyaluran KUR sebesar Rp616,11 triliun dengan 18,3 juta debitur serta penyaluran PEN sebesar Rp25,4 triliun dengan 40,9 ribu debitur. 

"Di tahun 2023 Askrindo optimis dapat menjamin KUR dari total KUR yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp450 triliun dan khusus wilayah Sulbar menyerap penjaminan KUR sebesar Rp1.3 triliun ini sebanding dengan pulihnya ekonomi pasca Covid-19 dan tumbuhnya UMKM," ujarnya. 

Sebagaimana diketahui, sukses dengan penyaluran KUR 2022, Askrindo kembali dipercaya pemerintah untuk menyalurkan KUR 2023 sebesar Rp 450 Triliun. Dalam rangka memperlancar program tersebut, Askrindo mengantisipasi dengan melaksanakan transformasi termasuk di dalamnya peningkatan dan optimalisasi layanan KUR melalui penyempurnaan proses dan digitalisasi. 

Mengingat UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, maka Askrindo memperkuat layanan di 59 Kantor Cabang dan 6 Kantor Unit Pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung penjaminan penyaluran KUR di seluruh pelosok. 

Selaras dengan pengembangan penjaminan UMKM ini Askrindo melaksanakan kegiatan yang sifatnya edukasi dan literasi melalui program pendampingan dan pembinaan para pelaku UMKM di seluruh Indonesia. 

"Selain memperkuat penjaminan UMKM, Askrindo Cabang Mamuju juga berupaya meningkatkan pelayanan dalam Asuransi Kredit Menengah, Asuransi Umum, Suretyship, Kontra Bank Garansi, Asuransi Kredit Perdagangan untuk mendukung peningkatan perekonomian di Kabupaten Mamuju", ujarnya. 

"Harapannya produk Askrindo bisa menguasai pasar sehingga Askrindo Cabang Mamuju kedepannya mampu dalam membantu peningkatan perekonomian di wilayah Sulawesi Barat dengan meningkatkan dan kemajuan UMKM. Ini terbukti dengan bertumbuhnya target cabang Mamuju," paparnya.