trustnews.id

Syngenta Indonesia Luncurkan Benih Jagung Bioteknologi Pertama Di Indonesia
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID,. - PT Syngenta Indonesia meluncurkan benih jagung bioteknologi pertama di Indonesia dengan kualitas tinggi dan memiliki keunggulan ganda, yang diperkenalkan saat pembukaan Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan di Padang,Sumbar, Sabtu (10/6).

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Kazim Hasnain, mengatakan benih unggul itu akan menjadi salah satu penguat pilar pertanian Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Dia mengatakan peluncuran benih jagung dengan keunggulan ganda ini merupakan wujud komitmen dan perhatian yang besar dari perusahaan terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi petani.

Syngenta adalah perusahaan inovasi dan teknologi pertanian terkemuka yang berkantor pusat di Swiss. Syngenta bekerja untuk mentransformasi cara berbudidaya dan melindungi tanaman. Syngenta telah lebih dari dua puluh tahun menghasilkan benih berkualitas serta membantu petani-petani di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan terus melakukan inovasi berkelanjutan untuk memberikan solusi yang terbaik.

Syngenta hadir di Indonesia sejak tahun 1960-an melalui perusahaan legasinya. Syngenta Indonesia berkantor pusat di Jakarta dan memiliki empat fasilitas industri yaitu Pusat Riset dan Pengembangan Perlindungan Tanaman (Cikampek - Jawa Barat), Pabrik Produk Perlindungan Tanaman (Gunung Putri – Jawa Barat), Fasilitas Pengembangan Benih (Kediri – Jawa Timur), dan Pabrik Pemrosesan Benih (Pasuruan – Jawa Timur).

Syngenta Indonesia menggabungkan teknologi, genetika, pemuliaan, dan ilmu komputasi untuk mendukung perkembangan pertanian Indonesia.

Selain itu, Syngenta juga menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas di bidang pertanian dan perkebunan. Syngenta Indonesia saat ini juga tengah mengembangkan benih jagung unggulan terbaru dengan metode bioteknologi.

Benih jagung unggul tersebut yaitu varietas NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti memiliki keunggulan ganda dan yang pertama kali mendapatkan sertifikat pelepasan varietas di Indonesia.

Keunggulan ganda yang dimiliki adalah toleran terhadap herbisida glifosat dan tahan terhadap penggerek batang atau Asian Corn Borer/Ostrinia furnacalis.

Dengan keunggulan ganda tersebut petani dapat menekan ongkos produksi, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, dan membuat budi daya jagung lebih aman dan nyaman.

Selain itu, jagung bioteknologi dapat meningkatkan hasil sekitar 10- 15 persen dibandingkan varietas sama yang nonbioteknologi, sehingga apabila ditanam secara luas dapat mendongkrak panen jagung dari rata-rata nasional sebesar 5,3 ton per hektare menjadi tujuh ton per hektar.

Hama penggerek batang selama ini menjadi momok buat petani karena dapat mengalami gagal panen dan kerugian besar jika tanaman jagungnya terserang oleh hama tersebut. Varietas jagung bioteknologi unggul yang tahan terhadap penggerek batang diyakini akan menjadi primadona petani.

Sementara itu, Seed Business Head Syngenta Indonesia Fauzi Tubat mengatakan benih jagung unggul varietas NK Pendekar Sakti, NK Sumo Sakti, dan NK Perkasa Sakti diproduksi di dalam negeri dengan melibatkan lebih dari 60.000 petani mitra.

Ia mengatakan pada 2022 lalu, Syngenta memenuhi permintaan benih jagung yang tinggi yang menunjukkan tingginya kepercayaan petani terhadap benih berkualitas yang dihasilkan oleh Syngenta.

“Tahun ini, kami terus menggenjot produksi benih jagung agar semakin banyak petani yang mendapatkan benih jagung berkualitas dengan hasil prima dan mendukung swasembada jagung,” kata dia.

Menurutnya, Syngenta tidak hanya memproduksi varietas benih jagung unggul dan memberikan akses kepada petani terhadap benih hasil teknologi tinggi, namun juga secara berkelanjutan mendampingi petani dengan memberikan pelatihan dan pendampingan budi daya jagung.

“Kami memiliki komitmen kuat untuk secara berkelanjutan melakukan riset guna menghasilkan varietas bioteknologi selanjutnya di masa depan untuk menjawab tantangan pertanian yang lainnya serta memastikan petani Indonesia memiliki akses teknologi yang sama dengan negara maju lain. Kami juga berkomitmen untuk menyiapkan ketersediaan benih jagung bioteknologi untuk setidaknya 1.000 ha per provinsi mulai tahun 2024,” pungkasnya.