trustnews.id

Kementan gandeng Pemda Gelar Bimtek Di Simalungun Bagi Keberlanjutan CSA
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID,. - Kisah sukses penerapan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture (CSA) di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Kementerian Pertanian RI berupaya mereplikasi CSA pada enam kabupaten di Sumut, di antaranya Simalungun.

Upaya replikasi dilakukan Pemprov Sumut melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) CSA bagi penyuluh dan pendamping teknis petani tentang paket teknologi CSA. Sasarannya, menggenjot Intensitas Pertanaman (IP), meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Penyuluh Pusat Kementan, Susi Deliana melaporkan, setelah Kabupaten Langkat, Batubara, Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan kegiatan Bimtek CSA mendukung Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) berlanjut ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanah Jawa di Kabupaten Simalungun. Bimtek CSA + Genta Organik di BPP Tanah Jawa berlangsung satu hari diikuti 20 peserta terdiri atas PPL, POPT, PBT dan petani muda Simalungun, belum lama ini.

Tiga narasumber hadir yakni penyuluh lokasi kegiatan CSA di Kabupaten Deli Serdang dan Serdang Bedagai dan UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Sumut Pengembangan CSA yang Kementan bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong dan mengawal pertanian berwawasan iklim CSA, agar tetap kreatif dan inovatif bagi mitigasi perubahan iklim global.

"Fokus kerja Kementan pada 2024 adalah memperkuat produksi berbagai komoditas pokok seperti padi dan jagung di tengah perubahan iklim global," kata Mentan Amran.

Hal tersebut didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa keberhasilan kebijakan Kementan memerlukan sinergi antara seluruh insan pertanian didukung oleh stakeholders terkait.

"Untuk itu diperlukan langkah awal dalam upaya peningkatan wawasan dan pemahaman serta penyamaan persepsi dalam upaya mencapai swasembada padi dan jagung," katanya.

Terpisah, Direktur National Implementation Unit (NPIU) SIMURP Bustanul Arifin Caya mengatakan Kementan melalui Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) BPPSDMP Kementan, berupaya meningkatkan keterlibatan penyuluh untuk aktif menjalankan 5 Peran dan Fungsi BPP KostraTani.

"BPP sebagai pusat data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring kemitraan," katanya.

Sementara Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengharapkan petani dan penyuluh yang sudah menerapkan teknologi CSA untuk dapat menyebarluaskan cerita sukses penerapan teknologi CSA kepada petani lainnya dan terus menerapkan teknologi CSA secara mandiri dan berkelanjutan. "Daerah agar berperan aktif mengawal dan mendampingi kegiatan CSA secara luas dan berkelanjutan.

Tak kalah penting, replikasi dan resonansi teknologi CSA secara masif melalui sosialisasi di luar lokasi SIMURP," katanya dalam kesempatan terpisah. Sri Mulyani juga mengapresiasi pada petani bersama kelompok taninya maupun Gapoktan melaksanakan penerapan teknologi CSA dan pendampingan penyuluh serta berbagai pihak yang mendukung keberhasilan kegiatan penerapan teknologi CSA.

"Dibuktikan kepada kita semua adanya peningkatan hasil produksi dan produktivitas padi dilokasi demplot CSA yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani serta mengurangi emisi GRK sebagaimana dukungan kita mengurangi dampak perubahan iklim global," katanya.